Senin, 02 Mei 2011

Cinta Bisa Redam Hipertensi dan Flu

Cinta Bisa Redam Hipertensi dan Flu
Perasaan cinta memicu pelepasan hormon oxytocin yang dapat meredam stres.
Senin, 2 Mei 2011, 10:57 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti

mesra (dok. corbis)

VIVAnews - Jatuh cinta berjuta rasanya. Di balik efek bahagia yang sanggup membuat seseorang senyum-senyum sendiri, perasaan cinta yang tumbuh ampuh mengurangi tekanan darah, depresi dan penyembuhan luka.

Perasaan cinta dalam sebuah hubungan membantu mengatasi stres. "Jadi jika kita memiliki seseorang yang bisa menjadi sandaran sekaligus memberi dukungan emosional, bermanfaat mencegah dampak stres,” kata Julianne Holt-Lunstad, dari Universitas Brigham Young, seperti dikutip Times of India.

Penelitian Holt-Lunstad menemukan bahwa orang yang menikah dan merasa bahagia memiliki tekanan darah lebih rendah daripada orang yang belum menikah. Tapi sayangnya orang yang menikah namun tak bahagia berisiko memiliki tekanan darah lebih tinggi.

Pasangan yang sedang dimabuk asmara, cenderung akan saling mendorong melakukan perawatan diri termasuk pencegahan penyakit dan melakukan gaya hidup sehat. "Hubungan romantis juga dapat memberikan makna rasa dan tujuan hidup yang dapat mendorong seseorang melakukan hal-hal positif," kata Holt-Lunstad.

Arthur Aron, psikolog sosial di Universitas Stony Brook di New York, melakukan penelitian untuk mendeteksi manfaat rasa cinta pada berbagai tahapan perjalanan romantis. Mulai yang baru menjalin hubungan kasih, yang sudah berada dalam hubungan jangka panjang, dan mereka yang baru patah hati.

Dalam studinya, Aron telah secara konsisten menemukan bahwa perasaan cinta memicu sistem dopamin otak. Dopamin adalah sebuah neurotransmitter yang kuat yang mempengaruhi kesenangan dan motivasi.

Menurut penelitian University of North Carolina di Chapel Hill, memeluk dan memegang tangan, juga terbukti meningkatkan pelepasan hormon oxytocin. Ini akan menurunkan kadar hormon stres dalam tubuh, mengurangi tekanan darah, meningkatkan mood dan meningkatkan toleransi terhadap rasa sakit,

Lebih jauh, para peneliti di Carnegie Mellon University di Pittsburgh menemukan bahwa mereka yang cenderung mengalami emosi positif seperti bahagia, senang dan santai lebih tahan terhadap flu biasa daripada mereka yang merasa cemas, sering bermusuhan, atau depresi.

Sebuah pernikahan yang bahagia juga dapat mempercepat laju yang menyembuhkan luka, menurut sebuah studi tahun 2005 di Ohio State University. Ditemukan bahwa 30 menit sepasang suami istri itu melakukan diskusi positif bisa mempercepat kemampuan tubuh untuk pulih dari cedera setidaknya dalam waktu satu hari. (eh) Sumber
• VIVAnews
lebih lengkap http://kosmo.vivanews.com/news/read/217867-cinta-bisa-redam-hipertensi-dan-flu

SERIAL SI BADU ATAY

SI BADU ATAY

oleh Udho Hendra pada 24 Juli 2010 jam 13:34
CERITA PENDEK Yg teramat Pendek dan Tak Jua Mau Berpanjang-panjang

Si BADU ATAY termangu di tepi pantai. Ia lebay. Dalam ransum yg ia bawa, selain nasi, sayur masai, goreng lado juga ada goreng patai. Entah mengapa di panas yg terik ini ia ke pantai,"Aku nunggu badai," ujarnya sambil ngalai-ngalai.
Sejurus kemudian, berkelebat perempuan dengan rambut panjang terjulai-julai...menyapa: "Engkau mau gulai....?"
Si Badu Atay di sela-sela kekagetannya, "Tidak, trims. Makananku sudah cukup. Kini aku hanya ingin dibelai."
Perempuan itu memburangsang: "Lelaki yang merasai! Enak saja kau! Sansai!".
Badu Atay: "Ha? Barongsai..?".
Perempuan itu menghilang bersama gajah tak berbelalai..
Tapi, matanya tak bisa lepas dari gadis remaja yg aduhai yg sering lewat di tepi pantai pas di depan matanya, dan tekun menyapa: "Hai..."...."Hai..."........"Hai..."... Kasihan si Badu Atay.
------0000----

BADU ATAY konon mengaku adalah salah seorang keturunan dari Tuanku Tambusai, entah ya entah tidak,lain bapak dan lain ibu, katanya. Bahkan dulu ia juga pernah mengaku ia juga keturunan dari petinggi Kerajaan Samudera Pasai. Dasar Badu Atay yg gadang ota(i)...!
Si BADU ATAY memang telah jarang dibelai, ia kini seroang lelaki yg "jablay"... sejak dicerai istrinya, karena ia hampir membunuh istrinya dengan samurai...
Sejak itu ia jatuh terbaring lunglai, merasai, dengan wajah yg pucat masai, acapkali ia jatuh dari ranjang yang terbuat dari balai-balai ke lantai.
Untung tetangganya seorang Amay-amay yang telah bercucu, turut membantunya, membawakan palai sama patai ...dan lemang tapai. Walau amay-amay, perempuan separuh baya itu tetap gemulai dan aduhai... sungguh teramat telaten merawat Badu Atay.
Badu Atay jadi teringat masa lalu yg lama usai. Dulu kabarnya Badu Atay berasal dari anak yg kaya, anak dari pengusaha palai dan lemang tapai di daerah Lapai..kini telah jatuh tapai.
Amay-amay itu telah membuatnya teringat. Amay-amay yang rambutnya masih panjang tergerai-gerai..itulah yg saban hari mengunjunginya dalam keadaan sansai.. hampir tiap hari meskipun hujan di selingi badai, tak peduli si Amay-amay.

Sampai suatu ketika, ia dijenguk tiba-tiba oleh seorang lelaki muda belia yang baik, yang menawarkan diri pada Badu Atay salah seroang cucu si Amay.
Badu Atay yang terkulai-kulai tak menolak kedatangan lelaki itu yg konon juga seorang jablay.
Tak jarang, ia turut membelai si Badu Atay...Selalu membelai, belai demi belaian tak pernah jua usai…
Sampai lah…lama-lama terungkap, ternyata lelaki itu seroang gay.. Hhhhhhhhhh, nasibmu, Tay...Tay! Merasai dan selalu kanai….!


TO BE CONTINUED
Bener-bener cerita pendek yg teramat pendek. Belum apa-apa sudah selesai! Eh, maaf, bersambung. Ahahay…! Sampai bersua lagi di suasana santai..Bye..bye..

Serial SI BADU ATAY 2 (Cerita Pendek yang masih Tak berpanjang-panjang)

oleh Udho Hendra pada 18 September 2010 jam 16:48
(sambungan cerita sebelumnya)
Sinopsis Cerita yang lalu:
Si Badu Atay yang sansai, merasai, tiba-tiba lunglai, dan terakhir--sial--  ia bertemu seroang gay.


SI BADU ATAY, baru saja kelar merayakan Idul Fitri sendirian, di gubuk yg tiris, tanpa sesiapa di sampingnya, untuk saling pandang-memandang. Kala Takbir, tahmid dan tahlil berkumandang mesra dan syahdu dari masjid  dan di mana saja, Badu hanya memandang radio butut yang seakan hidupnya kian sunsang.
Ia hanya mesra dengan radio yang sekali tendang, langsung bakal masuk kandang.
Terdengar kala hari pertama Lebaran, anak kecil mengucap salam, yang setahu Badu, mereka pergi menambang. Lebaran di Kota Padang, memang selalu didominasi anak anak baru gadang 1). Ia hanya menutup rumahnya yg betul-betul sempit alias tak lapang.

Di hari kedua Lebaran, Badu Atay masih menyuruk di rumah kontrakkannya , yang masih hutang, pada pemilik kontrakkan berbadan gadang. Waktu pertama kali, ia  memohon pada ibu ppemilik kontrakkan yg berbadan gadang... " Buk, Inang, tolonglah... saya ngutang dulu, nanti akan saya bayar, kalau rezeki saya lagi lapang." Si Ibu itu tak tega (ng) melihat mata Badu yang mulai berlinang-linang bagai air nan tergenang di tanah lapang. "Baiklah, dek Badu, tapi kapankah rezeki engkau akan lapang? Apakah kita tunggu Indonesia perang? Melawan Malaysia yang garang?" olok Ibu berbadan gadang itu, sambil tertawa miris tp kayak meradang. Badu tak bisa menjawab, kecuali hanya menundukkan kepalanya yg agak gadang.
Seujurus kemudian, ibu itu menawarkan pada Badu, seminggu sebelum Ramadhan datang. "Badu, maukah engkau menjaaga anak- anak saya, selama siang, karena saya dan suami saya bekerja demi bersuap-suap nasi, dan membanting tulang?"
Badu mendengar itu, betul2 meradang.. (dalam hati ia mengerang-ngerang)... mau menjawab, tapi mulutnya komat-kamit dan amit-amit kayak beruk gadang. " Saya... saya.... gimana ya...? Begini, Bu... ooo.....anu.....anu, Bu.."
"Anu..anu... anu... kamu sebenarnya mau bilang....."
"Ya, saya mau bilang.... anu, Bu....Saya mau anu..."
" Anu apa? Kamu yg jelas dong, ada apa dengan anu kamu?" ibu berbadang gadang itu menebak-nebak, "O, kamu kalau lihat anak saya, anu nya....."
"Maaf, bu.... Saya nggak bisa, Bu"
Gubrakkkkkk! Klepakkkkkkk!bummmmmmmmm...mmmmm! Daaaaaaar!
Gara-gara ucapannya itu, Si Badu kena lampang 2) oleh Ibu nan berbadang gadang. " Kalau begitu, kamu harus bayar uang kontrakkan sekarang juga !"
"Ampun, Bu. Saya nggak ada uang."
"Lalu, kamu punya apa?"
                                                                       000000*******00000000
BEGITULAH... akhirnya dengan terpaksa Si Badu menerima tawaran ibu berbadan gadang itu, jadi "babby  sitter" bagi anak2nya. Kerjanya memandikan, ya, layaknya baby sitter gitu looh...Kasiman ya si Badu, masih merasai, hantinya selalu tergadai oleh kehidupannya bak badai yg melambai-lambai, terjuntai-juntai. Si Badu juga mengepel... memasak nasi, dll layakya pembantu rumah tangga... hingga lebaran menjelang...
Ibu berbada gadang itu menegaskan bahwa si Badu bebas bayar uang kontrakkan, lalu berhak malah THR dan baju Lebaran.
Betapa Badu senang. Sampai suatu waktu ibu berbadan gadang menyerahkan THR dan baju lebaran, sehari sebelum lebaran tiba.
Ketika itu, si Badu masuk kamar, dan membuka amplop dan kantong berisi baju lebaran.
Dalam khayalan Badu, pasti uang ratusan ribu atau baju koko, dll.
Amplop dibuka, ternyata isinya? Daun ..! Nauzubillah
Kantong baju pun dibuka, ternyata? ...Baju Daster, rok... Astagffirullah
(bersambung)....

Catatan kaki:
1) Gadang = besar..anak baru gadang = anak baru gede, ( bahasa minangkabau)
2) lampang = memukul pakai tapak tangan ( bahasa minangkabau)

Nantikan episode berikutnya ya.. sampai jumpa

Minggu, 01 Mei 2011

Hari Minggu yang Membuai-buai Hati Memanjakan Selera Makan

Tiba-tiba hari minggu cuaca teramat menggemaskan.... Keinginan untuk makan yg enak-enak tak terbendung. Ingin mengitari kota untuk menyinggah tempat makan yg menggoda selera. Walau gemuk sudah menggunung menhampiri diri, kendati berat badan sudah tak tertimbang lagi, yang namanya makan selalu membuat diriku tak tahan... Selamat menikmati makan di hari Minggu Anda

Lelucon Udho tentang Pesta Perhelatan Pangeran William dan Kate Widdleton, 30 April 2011

Siap - siap memenuhi undangan Pesta Perkawinan Sahabat Udho sangkek ketek dulu, samo2 main kalereng, samo2 acok basalemo wakatu kenek, Pangeran William.... Maklum .. udho juga seorang pangeran dari Kerajaan Antah Berantah... Mau ikut nggak...? Mau Pesan apa dari Inggris?
  • Cyntia Aurora pesan tahtanya aja Udho,..heheehe,.
    Kamis pukul 12:28 ·
  • Udho Hendra Ayank Slalu Ceria, Mul Rang Pauah, Benny Rozaldi>>tengkyu ampu e yo... nio ikuik ndak? ndak yo?
    Kamis pukul 12:29 ·
  • Benny Rozaldi slmt siang udho, ambo perwakilan dari antah barantah cuma titip pasan ka pangeran, tolong dijago mantan ambo elok2 yo... Hahahhhhaa
    Kamis pukul 12:29 ·
  • Mul Rang Pauah ambo jauah dho..
    Kamis pukul 12:30 ·
  • Udho Hendra Cyntia Aurora>> tahta se? nan lain ndak do?
    Kamis pukul 12:30 ·
  • Joni Indra titip kunci inggrih..nan asli..tanyoan ka si wiliam tu
    Kamis pukul 12:31 ·
  • Udho Hendra Benny Rozaldi>> siang pak benny, jadi .... beko pesan ambo sampaikan..... apo lai pak?
    Kamis pukul 12:31 ·
  • Udho Hendra Mul Rang Pauah>> bara jauah e? jauah di hati dakek di mato pak?
    Kamis pukul 12:32 ·
  • Udho Hendra Joni Indra>> beko ambo tanyoan ka william tu... kunci G gai paralu ndak pak?
    Kamis pukul 12:32 ·
  • Benny Rozaldi dek ambo sdg damam, klu ado rujak inggri tlng jo bungkui yo..buliah tabiak salero mkn a...hehehhe
    Kamis pukul 12:33 ·
  • Rina Rahmi Shafrina Pasan pisau inggris ciek udho......
    Kamis pukul 12:34 ·
  • Udho Hendra Cyntia Aurora, Iraz Ae>> tengkyu ampu e yo... nio ikuik ndak? ndak yo?
    Kamis pukul 12:34 ·
  • Udho Hendra Benny Rozaldi>> jadi sate inggrih gai paralu ndak?
    Kamis pukul 12:35 ·
  • Udho Hendra Rina Rahmi Shafrina>> oke beko ambo cari di pasa inggrih
    Kamis pukul 12:35 ·
  • Cyntia Aurora ndak usah,..klo tahtanyo ambo bisa jadi ratunyo,..ya ngk Udho,..hehehee,..
    Kamis pukul 12:36 ·
  • Afrida Basir udho*suruah konco udho tu mangirim arsitek ntuak buek istana lo d padang y udho,ambo kan perwakilan liau tu d sikojo ...
    Kamis pukul 12:38 ·
  • Udho Hendra Cyntia Aurora>> udho raso cocok bana mah, tahta tu untuak Cyntia... pas
    Kamis pukul 12:39 ·
  • Udho Hendra Afrida Basir>> jadi ambo suruah beko arsitek nomor wahid...
    Kamis pukul 12:39 ·
  • Joni Indra kunci inggrih jolah..mbo kunci inggrih tu bisuak..
    Kamis pukul 12:39 ·
  • Benny Rozaldi ndak dho, awk takuik makan sate inggris. Bko kanai antraxs samo mode udho kapatang ko a..hahahaha
    Kamis pukul 12:40 ·
  • Udho Hendra Joni Indra>> jadih lah... tunggu se di rumah dih
    Kamis pukul 12:40 ·
  • Udho Hendra Benny Rozaldi> > kan lai ndak kanai antak do pak? ka dek a lo nyo.. alah dipariso jo balai POM inggrih mah
    Kamis pukul 12:41 ·
  • Udho Hendra Cuan Rita Markis, Afrida Basir, Joni Indra>> tengkyu ampu e yo... nio ikuik ndak? ndak yo?
    Kamis pukul 12:42 ·
  • Febri Yantoni pai lah do...ko ado undangan ka ambo ndak tapakai doh.....
    Kamis pukul 12:45 ·
  • Udho Hendra Febri Yantoni>> undangan baralek sia taw pak? iko ambo alah pulo ha?
    Kamis pukul 12:46 ·
  • Benny Rozaldi yo la salamaik jln dho.. Ati2 tataruang ...hhehehehehe
    Kamis pukul 12:46 ·
  • Udho Hendra Benny Rozaldi>> mokasih, kalau tataruang, udho makan taruang di jalan
    Kamis pukul 12:47 ·
  • Febri Yantoni ambo maleh pai dho.... ambo nyo undang minum teh talua di amrik samo si obama...
    Kamis pukul 12:48 ·
  • Endra Wati ondeh,,,hebat kwn awk ko,,,kwn nyo se pangeran,,ckckkkk salamaik lah ciek do,,,slm yo k si pangeran,,,jam br rancn brngkt nyo udho,,,,naiak kreta api kan,,,,kwkwkkk
    Kamis pukul 12:49 ·
  • Udho Hendra Febri Yantoni>> hebat lo pak Anton lai yo? teh talua diundang Obama... Teh tarik sia maundang, teh Dorong gai, sia taw?
    Kamis pukul 12:50 ·
  • Endra Wati o,,,,si anton indk lo pai doh,,,pailah ton,,,,kawankan si udho pai,kan naiak kreta nyo,,,,
    Kamis pukul 12:51 ·
  • Joni Indra dirumah sia tunggu e?
    Kamis pukul 12:51 ·
  • Febri Yantoni pagi minum teh talua...siangnyo makan soto padang di parancih...
    Kamis pukul 12:51 ·
  • Udho Hendra Endra Wati>> baru tau En mah, bantuak nan co iko nyo, kawan se pangeran kesiangan... kadang pangeran kegelapan... udho pai naik buruang merpati yg kadang2 lai mulai ingkart janji... agak delay ko ha, karano sayapnya kumuh diperciritkan burung adiktua, saudara muda dari burung kakatua
    Kamis pukul 12:52 ·
  • EkaSatria Taroesmantini awak nitip amplop se lah untuak marapulai...
    Kamis pukul 12:53 ·
  • Udho Hendra Febri Yantoni>> canggih mah, kalau makan pucuk perancis bila taw?>
    Kamis pukul 12:53 ·
  • Udho Hendra Joni Indra>> d rumah Pak Jon lah, rumah sia lo laiu taw?
    Kamis pukul 12:53 ·
  • Udho Hendra EkaSatria Taroesmantini>> jadih pak, beko ambo masuak an amplop ka dalam lubang eh salah, ka dalam kotak ..
    Kamis pukul 12:54 ·
  • Udho Hendra Endra Wati>> pak ... app kecat si Endra Wati taw?> Lai tadanga?>
    Kamis pukul 12:55 ·
  • Febri Yantoni Endra Wati: maleh mah nda pai samo udho ko...nyo dak pandai bahaso inggirih.....beko sasat wak di jalan ...
    Kamis pukul 12:57 ·
  • Joni Indra wak dak drumah bisuak do..
    Kamis pukul 12:57 ·
  • Udho Hendra ‎@febri > ambo bahaso inggrih yo ndak bisa, bahasa planet jago mah
    Kamis pukul 13:03 ·
  • Udho Hendra ‎@joni>> bisuak ciek lai lah
    Kamis pukul 13:05 ·
  • Erma Linda tasarah dek udo c lah
    Kamis pukul 13:07 ·
  • Udho Hendra Erma Linda>> pasrah mah?
    Kamis pukul 13:09 ·
  • Susi Liza titip kunci inggris asli...
    Kamis pukul 13:09 ·
  • Erma Linda pasrah tapi dak rela do
    Kamis pukul 13:09 ·
  • Udho Hendra Susi Liza>> jadih, aman tuh, wang piak nyo ma nyoh buk?
    Kamis pukul 13:10 ·
  • Udho Hendra Erma Linda>> rela kan lah
    Kamis pukul 13:10 ·
  • Udho Hendra Lin Rosmalinda, EkaSatria Taroesmantini, Rindu Damai> tengkyu ampu e yo... nio ikuik ndak? ndak yo?
    Kamis pukul 13:14 ·
  • Lin Rosmalinda wak ndak pasan apo2 doh udho...awak pai ciek...lin samo udho se pai yo...bia ongkoih kapatabang wak gratis ..kan ado udho hahaha....
    Kamis pukul 13:15 ·
  • Susi Liza wang mos lai nye dho...beko tranfer...
    Kamis pukul 13:16 ·
  • Udho Hendra ‎@lin >> duduak di belakang dih
    Kamis pukul 13:20 ·
  • Afriani Sofyan salam se lah ka anduang Elizabeth yo, dho..kecek an nd taragak jo lamang tapai co dlu lai..
    Kamis pukul 13:21 ·
  • Udho Hendra ‎@susi>> wang mos lai ado juo kini lai taw?
    Kamis pukul 13:22 ·
  • Udho Hendra ‎@afriani>> beko ambo kecatkan ka anduang Elizabeth dih
    Kamis pukul 13:23 ·
  • Devi Paulina Agusni pasan garam inggris Udho...wk wk wk...
    Kamis pukul 13:31 ·
  • Udho Hendra Devi Paulina Agusni>> garam se Vi..
    Kamis pukul 13:32 ·
  • Udho Hendra Devi Paulina Agusni>>tengkyu ampu e yo...
    Kamis pukul 13:37 ·
  • Endra Wati ondehhhh bnyak bana pasanan urng yg k udho bawokan,,,,lai k tabawk ko dho,,,,,
    Kamis pukul 13:52 ·
  • Vie Camek S Dho pai ciek dho,tunggu lu vie ganti baju jo sarawa lu. . .
    Kamis pukul 14:15 ·
  • Udho Hendra ‎@endra> itulah, baa caro e lai ko?
    Kamis pukul 14:18 ·
  • Udho Hendra ‎@vie>> capek yo.. Ka tabang lai..
    Kamis pukul 14:20 ·
  • Ahmad Boyke apo nan takana ka udho baoan..ambo tarimo jo karuang nan gadang..untuang2 banyak ka untuak awak..hehehe
    Kamis pukul 14:28 ·
  • Rossy Sagita Ondeeehh..... Bnyk bana nan kapai dho... Sia nan ka uda piliah utk mangawanan udho kow.. Awak se lah yo dho, kicuah se yg lainnyo,amplop e awak baiah ongkos kapa tabang... Ba'a gati dho...whahahaha..
    Kamis pukul 15:08 ·
  • Udho Hendra ‎@ahmad boyke> karuang apo taw?
    Kamis pukul 17:51 ·
  • Udho Hendra Rical Piliang>> tengkyu ya jengkol eh, jempol nya
    Kamis pukul 20:24 ·
  • Udho Hendra Itha Maharani, Ahmad Boyke>> tengkyu ya jengkol eh, jempol nya
    Kamis pukul 20:39 · 
  • Udho Hendra Vitriani Ningshi>> tengkyu ampu kaki eh, ampu tangan e... ado lai?
    Jumat pukul 1:08 · 
 

KUMPULAN SAJAK-SAJAK

Sajak : "Burung yang Tak Bersayap"
oleh Udho Hendra pada 08 Maret 2011 jam 6:30
kepak-kepakmu serta-merta patah
tiba-tiba bergugur menerpa  ilalang yang usang dan pirang

kauhendak terbang, selalu berikhtiar meski terhentak
kauingin menggapai setinggi-tingginya memeluk angkasa yang
dikuasai oleh raja angin
seakan engkau jadi sohib angin, saling mendekap,
berpelukan, bahkan bergumul
berpendar lalu saling mengitari
seolah tiada berjenuh
melakukannya semasa hayatmu
melulu

kini sayap-sayapmu telah patah
oleh raja angin yang durjana
engkau terjungkal
engkau terpental
engkau mengerang
meringis

bersama sahabat-sahabatmu seprofesi
sedunsanak, senasib
engkau mengajak melawan angin
raja angkasa yang kini telah otoriter
tiada pernah lagi mengusung demokrasi
tiada lagi menampung pendapatmu bersama rakyat yang lain

kiacuan demi kicauan hanya bagai suara nyamuk dan semut serta langau
oleh si  raja udara
kuping nya seakan tertutup pelangkin

wahai burung nan nestapa,
memohon lah pada sang Khaliq agar si raja angkasa nan durjana
bin zalim
turun takhta
supaya engkau kembali bersayap
bergerombol menghibur bumi nan
telah sesak
yang
telah pengap oleh ketidakpastian

andai ada yang menjual, maukah engkau membeli sayap-sayap itu?

padang, maret 2011

Sajak: "Sepatu Tak Berkaos"
oleh Udho Hendra pada 04 Maret 2011 jam 5:02
SEPATU TAK BERKAOS
 --- ode buat seorang pemimpin di sebuah kota

sepatumu tak lagi mengkilau
kaucoba menyemir dan menyemir,  saban waktu
tiada  berjenuh
untuk  menata kotamu yang tercarut-marut oleh keberpuraa-puraan
yang kaubina seantero waktu
yang telah sumir kepemimpinanmu
: seakan kaututup sobekan demi sobekan yang telah paripurna menganga
menatap wajah duniamu

kota yang kaupimpin seakan tiada usai mempertontonkan kecompang-campingan
kebijakan menohok wargamu
yang seakan berlari tiada tahu di mana ia mesti berhenti kala gempa menghinggap kotamu
tersebab ulahmu, wahai penguasa yang otoriter!

sol-sol sepatumu pun sudah  menipis
tiada lagi tempat berpijak
pada kebjakan yang tak beraturan

kini mengapa engkau tiada pernah menginap di kotamu
bersama wargamu
: mengapa engkau menyuruh  wakilmu menghadapi
amukan, demonstrasi, umpatan, makian, keluhan?

kotamu kaubiar mati suri
kaubiar sepatu wargamu sobek, sol menganga,
sedang ia senantiasa mengurai kehidupannya penuh nestapa
dan terlunta-lunta
melangkah tidak pernah menggiring kaos di antara
sepatu-sepatu yang mereka kenakan
sementara sepatumu saban masa  berganti dan mengkilat
sekliat keningmu yang sempit

kau pemimpin kemunafikan
pulanglah
belikan sepatu baru buat wargamu yang kautinggal
semirlah dengan tanganmu
kilaukan mereka
dengan kebijakan orisinal dan rasional

maukah engkau?

padang, maret 2011

Sajak: "PUING-PUING NESTAPA"
oleh Udho Hendra pada 17 Februari 2011 jam 17:27
PUING-PUING NESTAPA


sontak aku dipeluk debu
nan tiada berbosan mengcekeram tubuh nan baru saja terpental
oleh bertrilyun puing-puing kenestapaan
: melulu mendekap
hingga tiada henti membanting jiwa di sudut hati nan sunsang
...
debu-debu purba, engkaukah bernama perih nan masih
tiada lelah memeluk
yang masih betah mendekap
hingga terberangus kepalsuan?


padang, februari 2011

Sajak : "Berkatalah pada Angin"
oleh Udho Hendra pada 26 Januari 2011 jam 17:12
I
marilah
berujar walau tiada berkata,
berkatalah meski bungkam
: bungkam yang tiada bersuara

ayolah
berucap, walau tiada bergeming
berkatalah meski diam
: diam yang tiada berteriak

silakanlah
berujar ayolah, mari berucap

suara yang tak terucap
teriak yang bak angin
mendesau
berkilau
walau laksana puing di pertokoan pasca gempa bumi


II
mengapa bungkam namun  hati geram
kenapa diam tetapi jiwa mencekam
siapa tak bersuara
suara tak siapa
mendesau karena tak mau bungkamkah?
berkilau tersebab tak kuasa mengeluarkan suarakah?
atau suara tak mengeluarkan angin yang tiada berdesau
yang tak pernah bergeming

mengapa
kenapa
siapa

sudahlah!
III
tidak pernah suara haruskah berteriak
pada segumpal rasa sesak yang bak semak
berisik
pada intrisik
o, angin engkau tak pernah membaca pikiran
yang senantiasa terusik oleh sejumput rumput
kumuh sarat tuma dan gulma

IV
ya, sudah!

padang, Januari 2011
di ruangan yang berisik oleh musik yang asyik.

(SEBUAH SAJAK) Karya Hendra Idris
oleh Udho Hendra pada 25 April 2010 jam 12:34
HALUSINASI SENJA TUAN AMBISIUS

engkaulah lelaki semilyar ambisi, napsi-napsi; akan engkau kuasai
dunia nan bukan quotamu, tuan ambisius...
kaurambah sedoyanmu, dengan kumis-kumis palsumu
"negeri ini milikku selamanya... aku mau jadi menteri negeri mimpi" teriakmu
pada para demonstran yang melemparmu dengan telur busuk
dan kelapa tua, lantas engkau kibas dengan tangan imitasimu

engkau lelaki setrilyun program khayalan
ujarmu: : "saya mau bikin...mau buat... mau ..mau..."
: mau yang besar, tapi tak pernah ada
seakan kaubuai-buai rakyat yang telah menguap, telah terkantuk-kantuk
kaurayu mereka, agar mereka teranggguk-angguk

tuan ambisius, bahwa hari belumlah senja
kala engkau memaksa hari segera malam
engkau akan paksa mereka supaya mempercepat malam, lalu kau
paksa mereka tidur, dengan mata melek..

tuan ambisius, engkau tak memikir betapa pekerjaan rumahmu
belum engkau jalankan, karena engkaulah tuan ambisius
telah terbiasa oleh protokoler.
: dulu gurumu engkau bujuk via bapakmu yang jenderal
supaya tugas sekolahmu beres

tuan ambisius, tidurlah, di lapik, di tikar keropos, biar
engkau tau arti hidup
karena malam hanya milik orang yang pasti...
tuan ambisius, makan lah batu yg lembek di piring yg retak

padang, 2010

Lelucon Udho tentang Cuaca di Facebook

Cuaca hari ini begitu Tukul (too cool)...... Mungkin siang agak Sule ( cerah).... Malam minggu kira-kira Aziz Gagap (gregetan) kah?
Para komentator :